BerandaPusat Warisan → Susu Kedelai

Susu Kedelai

Kedelai · Abad ke-1–3 · Tiongkok Timur, Tiongkok Era Dinasti Han

Jelajahi cerita ini di bola dunia interaktif → Susu Kedelai

Tak ada susu nabati yang membentuk dunia modern seperti susu kedelai. Dari penyebutan pertamanya dalam teks Tiongkok tahun 82 M hingga perannya sebagai katalisator seluruh industri susu nabati, perjalanan susu kedelai membentang dua milenium inovasi manusia—dari gilingan batu di pasar-pasar Dinasti Han hingga lini produksi berkilau merek-merek bernilai miliaran dolar masa kini.

Bermula di Dinasti Han (Abad ke-1–3 M)

Rujukan tertua yang diketahui tentang susu kedelai (doujiang) muncul dalam Lun Heng, yang ditulis Wang Ch'ung sekitar tahun 82 M. Teks itu menyebut bahwa 'para pembuat doujiang takut petir akan merusak produk mereka'—pengamatan awal tentang sensitifnya susu kedelai terhadap kondisi lingkungan. Ukiran batu dari Dinasti Han (206 SM–220 M) menggambarkan proses produksinya: kedelai direndam, digiling di antara batu gilingan, dan bubur yang dihasilkan disaring dengan kain. Apakah susu kedelai mendahului tahu atau sebaliknya masih diperdebatkan para sejarawan pangan, tetapi yang pasti, pada masa Han, orang Tiongkok telah menguasai seni memeras cairan bergizi kaya protein dari kedelai yang bersahaja.

Tradisi Pasar Subuh

Pada masa Dinasti Song (960–1279 M), susu kedelai telah menjadi jajanan kaki lima kesayangan di seluruh Tiongkok. Tradisi penjaja susu kedelai subuh—bangun sebelum matahari terbit untuk menggiling kedelai dan menyiapkan doujiang segar yang mengepul—menjadi salah satu ritual khas kehidupan kota Tiongkok. Para pelanggan berkumpul di lapak-lapak kecil, mencelupkan cakwe panjang (youtiao) ke dalam mangkuk susu kedelai panas. Tradisi ini, yang terdokumentasi luas dalam sastra Dinasti Song dan Ming, berlanjut nyaris tanpa perubahan di kota-kota Tiongkok hari ini. Minumannya disajikan dalam dua rupa: gurih (xian doujiang), ditaburi acar, udang kering, dan daun bawang; dan manis (tian doujiang), cukup dimaniskan dengan gula.

Penemuan oleh Dunia Barat

Kesadaran Eropa akan susu kedelai bermula dari para misionaris Yesuit di Tiongkok pada abad ke-17, tetapi minat serius dunia Barat baru berkembang pada awal abad ke-20. Pada 1910, Li Yu-ying, pengusaha sekaligus biolog Tiongkok, mendirikan pabrik susu kedelai pertama di Paris—Usine de la Caséo-Sojaïne—memproduksi apa yang ia sebut 'lait de soja'. Usaha perintis ini, meski umurnya pendek secara komersial, membuktikan bahwa susu kedelai bisa diproduksi dalam skala industri. Pada 1917, misionaris Amerika Harry Miller mulai memproduksi susu kedelai di Tiongkok untuk gizi bayi, yang membuatnya dijuluki 'the China Doctor'. Karyanya meletakkan fondasi bagi penyebaran global susu kedelai kelak.

Revolusi Vitasoy

Industri susu kedelai modern lahir di Hong Kong pada 1940, ketika Kwee-seong Lo meluncurkan Vitasoy sebagai alternatif bergizi yang terjangkau dari susu sapi yang mahal. Awalnya dijual hangat dari gerobak dorong, Vitasoy tertatih-tatih sampai Lo membuat inovasi penting pada 1953: menyajikannya dingin dalam botol kaca, diposisikan ulang sebagai minuman ringan alih-alih pengganti susu. Penjualan meledak. Pada 1970-an, hadirnya kemasan Tetra Pak memungkinkan susu kedelai disimpan tanpa pendingin, membuka penyebarannya ke seluruh Asia. Kesuksesan Vitasoy mengilhami puluhan pesaing dan mengukuhkan susu kedelai sebagai minuman arus utama yang dikonsumsi ratusan juta orang setiap hari.

Perintis Susu Nabati Global

Kedatangan susu kedelai di toko makanan sehat Barat pada 1970-an dan 1980-an menandai awal seluruh gerakan susu nabati. Merek-merek seperti Silk (diluncurkan 1996) dan Alpro (didirikan 1980 di Belgia) membawa susu kedelai ke rak supermarket arus utama, membuka jalan bagi setiap susu nabati yang menyusul—oat, almond, kelapa, dan seterusnya. Meski pangsa pasarnya telah disalip alternatif-alternatif yang lebih baru di sebagian pasar Barat, susu kedelai tetap menjadi susu nabati yang paling banyak dikonsumsi di dunia menurut volume, dengan produksi global tahunan melampaui 10 miliar liter. Di Asia Timur, ia bukan 'alternatif'—ia sesederhana susu itu sendiri.

Para pembuat doujiang takut petir akan merusak produk mereka.Wang Ch'ung, Lun Heng (82 M)—rujukan tertua yang diketahui tentang susu kedelai

Warisan

Susu kedelai adalah leluhur revolusi susu nabati modern. Setiap karton susu oat, setiap latte susu almond, setiap yoghurt kelapa berutang budi pada inovasi Tiongkok dalam menggiling kedelai dan menyaring susunya—teknik yang disempurnakan dua ribu tahun silam dan mengubah cara umat manusia memandang apa yang bisa disebut 'susu'.

Fakta Singkat

Asal
Tiongkok Timur
Catatan Tertulis Pertama
82 M (Lun Heng)
Pabrik Pertama di Barat
Paris, 1910
Produksi Global
10+ miliar liter/tahun
Kandungan Protein
±3.3g per 100ml

Cerita Terkait

Sumber & kutipan

  1. History of Soymilk and Dairy-like Soymilk Products — SoyInfo Center (Shurtleff & Aoyagi, unpublished manuscript 'History of Soybeans and Soyfoods'), 2004
  2. History of Soymilk and Other Non-Dairy Milks (1226-2013) — SoyInfo Center (Shurtleff & Aoyagi), 2013
  3. History of soy milk — Soya.be, n.d.
  4. Lunheng (Wang Chong, memuat rujukan tertua yang diketahui tentang doujiang) — Wikipedia, c. 80 M (teks)
  5. Vitasoy — Wikipedia, n.d.
Jelajahi cerita ini di bola dunia interaktif →